Rabu, 04 Maret 2020

Mengamati Menanya Eksplorasi Asosiasi Dan Komunikasi Dalam Metode Pembelajaran Ilmiah (Saintifik) Kurikulum 2013

Kegiatan inti dalam kurikurlum 2013 memakai metode pembelajaran dengan pendekatan ilmiah atau saintifik, serangkaian kiprah guru dalam kegiatan mencar ilmu mengajar dengan pendekatan ilimiah sesuai dengan kurikulum 2013 yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi atau eksperimen, mengasosiasikan atau mengolah informasi dan mengkomunikasikan.

Langkah-langkah pada pendekatan saintifik merupakan bentuk pembiasaan dari langkah-langkah ilmiah pada sains. Proses pembelajaran sanggup dipadankan dengan suatu proses ilmiah, karenanya Kurikulum 2013 mengamanatkan esensi pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Pendekatan saintifik diyakini sebagai titian emas perkembangan dan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan penerima didik. Dalam pendekatan atau proses kerja yang memenuhi kriteria ilmiah, para ilmuan lebih mengedepankan pelararan induktif (inductive reasoning) dibandingkan dengan kecerdikan sehat deduktif (deductiv reasoning).

 memakai metode pembelajaran dengan pendekatan ilmiah atau saintifik Mengamati Menanya Eksplorasi Asosiasi Dan Komunikasi Dalam Metode Pembelajaran Ilmiah (Saintifik) Kurikulum 2013


Penalaran deduktif melihat fenomena umum untuk kemudian menarik final yang spesifik. Sebaliknya, kecerdikan sehat induktif memandang fenomena atau situasi spesifik untuk kemudian menarik final secara keseluruhan. Sejatinya, kecerdikan sehat induktif menempatkan bukti-bukti spesifik ke dalam hubungan inspirasi yang lebih luas. Metode ilmiah umumnya menempatkan fenomena unik dengan kajian spesifik dan detail untuk kemudian merumuskan final umum. Metode ilmiah merujuk pada teknik-teknik pemeriksaan atas suatu atau beberapa fenomena atau gejala, memperoleh pengetahuan baru, atau mengoreksi dan memadukan pengetahuan sebelumnya.

Untuk sanggup disebut ilmiah, metode pencarian (method of inquiry) harus berbasis pada bukti-bukti dari objek yang sanggup diobservasi, empiris, dan terukur dengan prinsip-prinsip kecerdikan sehat yang spesifik. Metode ilmiah pada umumnya memuat serangkaian acara pengumpulan data melalui observasi atau ekperimen, mengolah informasi atau data, menganalisis, kemudian memformulasi, dan menguji Hipotesis. (sumber: wikipdia)

Langkah-langkah Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik Sesuai Kurikulum 2013

1. Mengamati atau observai (Observing)

 memakai metode pembelajaran dengan pendekatan ilmiah atau saintifik Mengamati Menanya Eksplorasi Asosiasi Dan Komunikasi Dalam Metode Pembelajaran Ilmiah (Saintifik) Kurikulum 2013

Tahap awal dari serangkaian kegiatan mencar ilmu mengajar yang sesuai dengan pembelajaran saintifik kurikulum 2013 dimulai dengan mengamati.

Menurut wikipedia pengertian mengamati yang berkaitan dengan metode pembelajaran dengan pendekatan saintifik sesuai dengan metode pembelajaran kurikulum 2013, merupakan metode yang mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran (meaningfull learning). 
Kegiatan mencar ilmu yang dilakukan dalam proses mengamati yaitu membaca, mendengar, menyimak, melihat (tanpa atau dengan alat). Kompetensi yang dikembangkan yaitu melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi yang dilakukan oleh siswa.

dalam kegiatan mengamati, guru membuka secara luas dan bervariasi dengan memperlihatkan kesempatan kepada penerima didik untuk melaksanakan pengamatan melalui kegiatan: melihat tayangan gambar, menyimak, mendengar, dan membaca yang diformulasikan pada skenario proses pembelajaran.

Guru memfasilitasi penerima didik untuk melaksanakan pengamatan, melatih mereka untuk memperhatikan (melihat, membaca, mendengar) hal yang penting dari suatu benda atau objek (Permendikbud No. 81a Th. 2013).

2. Menanya

 memakai metode pembelajaran dengan pendekatan ilmiah atau saintifik Mengamati Menanya Eksplorasi Asosiasi Dan Komunikasi Dalam Metode Pembelajaran Ilmiah (Saintifik) Kurikulum 2013

Makna menanya dalam metode pembelajaran dengan pendekatan saintifik sesuai dengan kurikulum 2013 merupakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan perihal informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapat informasi pemanis perihal apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual hingga ke pertanyaan yang bersifat hipotetik). Kompetensi yang dikembangkan yaitu menyebarkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan mencar ilmu sepanjang hayat.

Menanya merupakan lanjutan dari proses pengamatan, Setelah siswa terlibat dengan proses pengamatan secara visual baik itu berupa gambar atau apapun, Ketika mencar ilmu mengajar berlangsung, guru bisa bertanya kepada siswa perihal apa yang mereka amati atau guru bisa meminta siswa untuk bertanya atas apa yang mereka amati yang belum dipahami, proses menanya menjalin interaksi siswa dengan guru dan sanggup memperlihatkan pancingan terhadap siswa semoga berfikir kritis serta interaktif.

3. Mengekplorasi/ mengumpulkan informasi

Mengumpulkan informasi/eksperimen merupakan kegiatan pembelajaran yang berupa eksperimen, membaca sumber lain selain buku teks, mengamati objek/kejadian/aktivitas, dan wawancara dengan narasumber. Kompetensi yang dikembangkan dalam proses mengumpulkan informasi/ eksperimen yaitu menyebarkan perilaku teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui banyak sekali cara yang dipelajari, menyebarkan kebiasaan mencar ilmu dan mencar ilmu sepanjang hayat.

Menurut kamus besar bahasa indoneisa (KBBI), Eksplorasi sanggup diartikan sebagai:
  • Penjelajahan lapangan dengan tujuan memperoleh pengetahuan lebih banyak (tentang keadaan), terutama sumber-sumber alam yang terdapat di tempat itu; penyelidikan; penjajakan:
  • Kegiatan untuk memperoleh pengalaman gres dari situasi yang baru;
  • Penyelidikan dan penjajakan kawasan yang diperkirakan mengandung mineral berharga dengan jalan survei geologi, survei geofisika, atau pengeboran untuk menemukan deposit dan mengetahui luas wilayahnya;

Jika dikaitkan dengan proses pembelajaran, kegiatan eksplorasi bisa diartikan sebagai sebuah kegiatan yang dilakukan guru untuk membimbing siswa atau penerima didik guna mendapat pengalaman gres terkait bahan yang sedang dipelajari.
Dalam kegiatan eksplorasi, guru melaksanakan kegiatan berikut:
  • Guru memperlihatkan kesempatan kepada siswa untuk mencari acuan dari banyak sekali sumber yang sanggup dipercaya.
  • Menggunakan bermacam-macam pendekatan pembela­jaran, media pembelajaran, dan sumber mencar ilmu lain;
  • Memfasilitasi terjadinya interaksi antar penerima didik juga antara penerima didik dengan guru, lingkungan, dan sumber mencar ilmu lainnya;
  • Melibatkan penerima didik secara aktif dalam se­tiap kegiatan pembelajaran; dan
  • Memfasilitasi penerima didik melaksanakan per­cobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

Berbagai pilihan kegiatan eksplorasi yang lain:
  • Mengamati 2 perbandingan (yang salah dan yang benar)
  • Mencoba melaksanakan kegiatan tertentu
  • Membaca masalah (bedah kasus)
  • Talk show
  • Berwawancara dengan sumber tertentu  (menggali informasi)
  • Observasi terhadap lingkungan
  • Mencoba melaksanakan kompetensi dengan kemampuan awalnya
  • Mencoba bereksperimen
  • Bernyanyi  (berkaitan dengan konsep yang akan dibahas)
  • Bermain (berkaitan dengan konsep yang akan dibahas)   
  • Membaca tentang
  • Mendengar tentang
  • Berdiskusi sehingga terjalin interaksi antara guru dan murid juga murid dengan murid
  • Mengamati model (teks/ karya)
  • Mengamati demonstrasi
  • Mengamati simulasi kasu, guru harus bisa memperlihatkan model simulasi perihal bahan yang dipelajari

4. Mengasosiasi atau mengolah informasi

 memakai metode pembelajaran dengan pendekatan ilmiah atau saintifik Mengamati Menanya Eksplorasi Asosiasi Dan Komunikasi Dalam Metode Pembelajaran Ilmiah (Saintifik) Kurikulum 2013

 Sebagaimana disampaikan dalam Permendikbud Nomor  81a Tahun 2013, mengasosiasi atau mengolah informasi atau menalar” dalam kegiatan pembelajaran yaitu memproses  informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen maupun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi.

Pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan kedalaman hingga kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari banyak sekali sumber yang mempunyai pendapat yang berbeda hingga kepada yang bertentangan.

Kegiatan ini dilakukan untuk menemukan keterkaitan satu informasi dengan informasi lainya, menemukan contoh dari keterkaitan  informasi tersebut. Adapun kompetensi yang diperlukan adalah  menyebarkan perilaku jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan mekanisme dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan.

Aktivitas ini juga diistilahkan sebagai kegiatan menalar, yaitu proses berfikir yang logis dan sistematis atas fakta-kata empiris yang sanggup diobservasi untuk memperoleh final berupa pengetahuan.  Aktivitas menalar dalam konteks pembelajaran pada Kurikulum 2013 dengan pendekatan ilmiah banyak merujuk pada teori mencar ilmu asosiasi atau pembelajaran asosiatif.

Istilah asosiasi dalam pembelajaran merujuk pada kemamuan mengelompokkan bermacam-macam inspirasi dan mengasosiasikan bermacam-macam insiden untuk kemudian memasukannya menjadi cuilan memori. Selama mentransfer peristiwa-peristiwa khusus ke otak, pengalaman tersimpan dalam acuan dengan insiden lain. Pengalaman-pengalaman yang sudah tersimpan di memori otak berelasi dan berinteraksi dengan pengalaman sebelumnya yang sudah tersedia.

5. Mengkomunikasikan

 memakai metode pembelajaran dengan pendekatan ilmiah atau saintifik Mengamati Menanya Eksplorasi Asosiasi Dan Komunikasi Dalam Metode Pembelajaran Ilmiah (Saintifik) Kurikulum 2013

Mengkomunikasikan merupakan kegiatan pembelajaran yang berupa memberikan hasil pengamatan, kesimpulan menurut hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya.  Kompetesi yang dikembangkan dalam tahapan mengkomunikasikan yaitu menyebarkan perilaku jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan singkat dan jelas, dan menyebarkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar.

Pada pendekatan scientific guru diperlukan memberi kesempatan kepada penerima didik untuk mengkomunikasikan apa yang telah mereka pelajari. Kegiatan ini sanggup dilakukan melalui  menuliskan atau menceritakan apa yang ditemukan dalam kegiatan mencari informasi, mengasosiasikan dan menemukan pola. Hasil tersebut disampikan di kelas dan dinilai oleh guru sebagai hasil mencar ilmu penerima didik atau kelompok penerima didik tersebut. Kegiatan “mengkomunikasikan” dalam kegiatan pembelajaran sebagaimana disampaikan dalam Permendikbud Nomor  81a Tahun 2013, yaitu menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan menurut hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya.